5 Cara Ampuh Dalam Menjawab Soal Esai

Tipe SoalĀ dan Pembahasanujian yang sangat dikenal pada lazimnya ada 2 yaitu: soal opsi berganda dan soal esai. Nah, masing-masing tipe soal punya karakteristik serta kekurangan dan keunggulannya masing-masing. Nah, tulisan ini akan membicarakan tentang soal esai yang mana soal esai tersebut adalahsoal uraian yang tentunya lebih perumahan dibanding soal opsi berganda.

Jadi, sebetulnya gimana sih teknik menjawab soal esai dengan baik dan benar? Supaya hasil ujian yang anda dapat lebih maksimal, yuk simak 5 tips ampuh membalas soal esai di bawah ini.

 

  1. Gunakan kata kunci

Selalu pakai kata kunci pada masing-masing kalimat yang anda tulis, tidak boleh lupa garis bawahi keyword tersebut. Kenapa memakai kata kunci? Jawabannya simpel aja, agar guru atau dosen anda mudah memeriksanya, bila keyword yang dipakai tepat maka jawaban anda kemungkinan akan dibetulkan meskipun jawabnnya singkat saja. Jadi, membalas secara panjang lebar pun tidak efektif justeru mungkin dapat salah bila ternyata kata kuncinya tidak tepat.

Belum lagi bila tulisan tanganmu tidak cukup bagus, tentulah dosen atau guru yang mengecek bakalan kendala membaca dan barangkali jawaban anda jadi salah deh. Di samping itu, keyword sangat urgen untuk dipakai ketika anda gak dapat menghapal seluruh materi pelajaran, jadi jawablah dengan singkat ,padat dan jelas serta dengan keyword yang tepat ya!

 

  1. Tulis jawaban dengan ucapan-ucapan sendiri

Usahakan memakai bahasa atau ucapan-ucapan sendiri untuk mencatat jawaban pada soal esai ya, sebab hal ini bakalan mempermudah anda untuk membalas soal uraian yang butuh pemahaman yang powerful dibanding memakai bahasa kitab teks yang kaku abis. Tapi, bukan berarti kamu dapat sembarangan mencatat ya atau mengarang bebas. Tetap patuhi aturan urgen dalam mencatat soal esai laksana pada poin kesatu yakni kata kunci.

Untuk soal uraian yang mesti memakai bahasa kitab yang kaku laksana soal definisi menurut keterangan dari para ahli, maka inginkan gak mau anda harus menghafal bahasa dari berpengalaman tersebut. Tapi, guna soal yang menanyakan pendapatmu sendiri maka bahasa sendiri tersebut wajib dipakai ya. Selain tersebut menggunakan bahasa atau ucapan-ucapan sendiri ini mengindikasikan jawaban kamu tersebut memang original atau pribumi dari pemikiranmu. Beda halnya bila kamu memakai bahasa kitab atau bahkan bahasa dari Google.

 

  1. Tulis jawaban secara sistematis

Biasakan dalam menjawal soal uraian itu diciptakan secara sistematis dan serapi barangkali ya. Misalnya menciptakan sub poin dari masing-masing jawaban yang anda tulis serta tulislah dengan spasi/jarak yang pas. Di samping itu, tulislah jawabanmu secara runtut dan tidak acak-acakan sampai-sampai dosen yang mengecek pun dapat memahami jalan benak dari mahasiswanya apakah mahasiswanya memahami atau tidak masing-masing soal yang diujikan. Meskipun jawabanmu benar tapi bila penulisannya masih berantakan maka barangkali aja jawabanmu jadi ikut berantakan alias salah.

 

  1. Jangan pernah mengosongkan jawaban

Pastikan guna tidak mengosongkan jawaban pada soal esai ya meskipun anda tidak tahu jawabannya. Soal esai itu seringkali mempunyai poin yang besar pada masing-masing soalnya, jadi bila kamu mengosongkan 1 jawaban saja maka nilai ujianmu bakal ikut dominan secara signifikan lho. Maka, terdapat baiknya anda tetap membalas ya meski anda gak tahu jawabannya.

Lho, metodenya gimana? Gampang aja kok anda tinggal baca ulang soalnya kemudian pahami dan pakai logikamu. Soal esai seringkali menuntut proses beranggapan logis dan analitis sampai-sampai jawablah menurut keterangan dari logikamu yang sangat mendekati dengan jawaban sebenarnya. Setidaknya bila kamu menjawab, tetap terdapat poin kan dibanding tidak membalas sama sekali?

 

  1. Efisiensi Waktu

Dengan masa-masa yang paling terbatas, anda harus pintar-pintar membagi masa-masa untuk membalas soal esai mulai dari yang sangat mudah sampai yang sangat sulit. Di sinilah masa-masa harus dipakai semaksimal mungkin, metodenya gimana?

Pertama, prioritaskan membalas soal dengan pertanyaan “sebutkan” terlebih dahulu dikomparasikan pertanyaan “jelaskan”. Kedua, baca ulang masing-masing soal dengan teliti guna meminimalisir kekeliruan jawaban karena bila kamu salah dan mencatat ulang jawaban pada soal yang sama maka masa-masa akan tidak sedikit terbuang. Ingat ya, soal esai tersebut gak dapat asal tebak laksana pilihan berganda yang bermukim disiliang atau dilingkari saja yang mana lebih tepat guna dalam membalas soal.

Leave a Comment